Jumat, 14 Januari 2011

MESIN BUBUT

1.      Pengertian Mesin Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.
2.      Bagian-bagian Mesin Bubut
a.    Landasan (Bed)
Alas mesin bubut terbuat dari bahan baja tuang. Penampangnya berbentuk “V” yang berfungsi sebagai tempat kedudukan bagian-bagian utama mesin bubut, seperti:
Ø  Kepala tetap
Ø  Kepala lepas
Ø  Eretan
Gambar 2. Bed Mesin
b.    Kepala Tetap (Head Stock)
Kepala tetap merupakan bagian utama mesin bubut yang letaknya pada ujung sebelah kiri alas mesin. Pada bagian kepala tetap terdapat spindel nose (sebagai bagian dari proses dari bagian utama poros atau sumbu utama) yang fungsinya untuk menempatkan senter mati, sleeve, plat pembawa, cekam dan lain-lain. Spindel nose digerakkan oleh seperangkat roda gigi yang terdapat didalam kepala tetap sehingga berputar. Akan tetapi ada juga spindel nose yang digerakkan melalui cakra dan sabuk. Mesin ini umumnya disebut mesin bubut sabuk penggerak.
Gambar 3. Kepala Tetap
c.    Kepala Lepas (Tails stock)
Kepala lepas ditempatkan di atas alas mesin dan dapat dikunci (diklem) sepanjang alas. Fungsinya adalah sebagai penyangga salah satu ujung benda kerja terutama pada saat pembubutan antara dua senter.


Gambar 4. Kepala Lepas
Kepala lepas terdiri dari 3 bagian utama, yaitu;
1)   Alas
Mempunyai luncuran sudut siku-siku dan dapat meluncur pada garis sumbu alas mesin
2)   Badan
Bagian badan terpasang di atas alas yang kedudukannya dapat diatur dengan menggunakan baut penyetel.
3)   Spindel
Spindel kepala lepas dapat bergerak memanjang (longitudinally) dengan memutar roda tangan yang ada pada kepala lepas.

d.   Eretan Pembawa (Carriage)
Fungsi eretan pembawa adalah untuk meletakkan pemegang pahat (tool post) dan sebagai pengatur gerakan potong. Eretan pembawa ini dapat digerakkan secara manual maupun secara otomatis.
Gambar 5. Eretan Pembawa
Eretan pembawa terdiri dari 3 bagian, meliputi:
1).  Eretan Memanjang (Apron)
Eretan memanjang terpasang secara tegak lurus pada bagian muka dari eretan pembawa dan dilengkapi dengan alat pengontrol gerakan baik dengan tangan maupun secara otomatis sepanjang alas.
Eretan memanjang juga dilengkapi dengan mur pengencang yang fungsinya untuk dihubungkan dengan poros transporter untuk pembuatan ulir. Eretan ini dilengkapi dengan alat pengaman yang dapat menangkap secara bersama-sama pada poros pemakaman dan poros transporter.
Selain secara otomatis, juga gerakan eretan ini dapat dilakukan secara manual oleh sebuah roda tangan yang dihubungkan pada roda gigi lurus dan roda gigi pinion yang berpasangan dengan gigi rack yang terpasang pada alas mesin bubut tersebut.

2).  Eretan Lintang (Cross Slide)
Eretan Lintang Terpasang pada pelana, berfungsi untuk menggerakkan pahat kea rah melintang, baik pada waktu menyetel pahat, menentukan tebal pembubutan maupun dalam pembubutan melintang.
Gerakannya dapat secara manual maupun secara otomatis.

3).  Eretan Atas
Terletak di atas eretan melintang, arah gerakannya sejajar dengan meja landasan. Eretan atas ini dapat diputar 360o dan diikat oleh dua baut pengikat. Pada bagian bawah eretan ini terdapat pembagian skala dalam derajat yang gunanya untuk menentukan tangan dan di control oleh skala nonius. Ketelitian skala ini sampai 0,01 mm.

e.    Gear Box
Kotak pengatur ini terletak di bagian depan landasan dan di bawah kepala tetap. Berisi rangkaian roda-roda gigi yang berbeda untuk mengatur gerakan poros pembaut dan poros transporter (pengulir) dipergunakan untuk mengatur gerakan eretan pembawa dan pembuatan ulir. Untuk pembuatan ulir dan pemakanan (pemotogan biasanya diletakkan di dekat kotak pengatur roda gigi).

 Gambar 6. Gear Box

f.     Motor
Motor sebagai sumber tenaga (penggerak) mesin bubut.
Gambar 7. Motor

g.    Dudukan (base)
Base merupakan tempat kedudukan mesin bubut, yang dilengkapi dengan lemari tempat penyimpanan perlengkapan-perlengkapan lain dan tempat geram. Base juga digunakan sebagai tempat bak cairan pendingin, motor dan instrument listrik.
Gambar 8. Dudukan Mesin Bubut

3.      Prinsip Kerja Mesin Bubut
Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan Mesin Bubut. Prinsip dasarnya dapat didefinisikan sebagai proses pemesinan permukaan luar benda silindris atau bubut rata :
·         Dengan benda kerja yang berputar
·         Dengan satu pahat bermata potong tunggal (with a single-point cutting tool)
·         Dengan gerakan pahat sejajar terhadap sumbu benda kerja pada jarak tertentu sehingga akan membuang permukaan luar benda kerja
Proses bubut permukaan (surface turning) adalah proses bubut yang identik dengan proses bubut rata, tetapi arah gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda kerja. Proses bubut tirus (taper turning) sebenarnya identik dengan proses bubut rata di atas, hanya jalannya pahat membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Demikian juga proses bubut kontur, dilakukan dengan cara memvariasi kedalaman potong, sehingga mengha-silkan bentuk yang diinginkan. Walaupun proses bubut secara khusus menggunakan pahat bermata potong tunggal, tetapi proses bubut bermata potong jamak tetap termasuk proses bubut juga, karena pada dasarnya setiap pahat bekerja sendiri-sendiri. Selain itu proses pengaturan (setting) pahatnya tetap dilakukan satu persatu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar